Senin 6 Februari, 2023 | Admin

Dorong Penanganan Banjir di Maros, Bupati memaparkan Permasalah Banjir Di Hadapan Komisi V Anggota DPR RI

Maros_Pemerintah Kabupaten Maros menerima Kunjungan Kerja spesifik Komisi V DPR RI di Ruang Rapat Bupati, Kamis (02/02/2023).

Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka melihat kejadian bencana banjir selama ini.

Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam, S.IP bersama Anggota DPR RI H.Andi Iwan Darmawan Aras, S.E.,M.Si dan rekannya, Serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Djaya Sukarno, M.Eng dan jajarannya terjun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi sungai dan lokasi rawan genangan air.

Bupati Maros memaparkan Terdapat 3 lokasi banjir, lokasi pertama banjir di desa pettuadae, baju bodoa, pallantikang dan borikamase. Lokasi kedua di jalur trans sulawesi depan grandmall. penyebabnya curah hujan tinggi dan tidak adanya drainase dan lokasi ketiga di kecamatan Turikale karena pertemuan sungai Maros utama dengan sungai yg di bantimurung sehingga terjadi luapan air.

Pemkab Maros berharap dengan kunjungan ini bisa membantu Kabupaten Maros menyelesaikan permasalah banjir selama ini.

" kami berharap kunjungan ini bisa diperjuangkan dan membantu kami untuk menuntaskan masalah banjir selama ini" terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Djaya Sukarno, M.Eng menjelaskan rencana penanganan lokasi satu diperlukan normalisasi sungai dari hulu ke hilir dan konstruksi parapetwall di tanggul. Sementara penanganan lokasi ke dua dengan normalisasi drainase dengan bantuan bina marga dan persedian pompa air dan lokasi ketiga penanganan dengan konstruksi sheetpile di sisi sungai.

Rencana induk penanganan banjir dibuat secara komprehensif, sedangkan yang mendesak saat ini desain penanganan jangka pendeknya dengan penggunaan sheetpile. Namun yang dijelaskan masih perkiraan sementara, rincian desainnya akan dibuat dan segera diusulkan.

"Nanti akan menampung air dari hulu dengan kolam retensi di bagian tengah dan pembuatan sheetpile maupun parapet wall, kami sepakat untuk segera melakukan antisipasi banjir jangka pendek, menengah dan jangka panjangnya" Jelas Djaya Sukarno.

Hal yang sama disampaikan anggota Komisi V DPR RI H.Andi Iwan Darmawan Aras, S.E.,M.Si

Padatnya pemukiman dan pertanian di Kabupaten Maros sementara kemampuan sungai tidak mampu menampung debit air.
Beberapa sisi sungai memang dibutuhkan bangunan infrastruktur yang memadai yaitu sheetpile.

"Tadi sudah turun lapangan, beberapa sisi sungai memang membutuhkan bangunan infrastruktur yang memadai yaitu sheetpile.
kami sepakat segera melakukan antisipasi konkret terhadap bencana banjir yang berada di Kabupaten Maros"

Tahun ini akan diajukan Desain Infrastrukturnya namun usulan anggarannya kemungkinan di tahun 2024. Tapi akan kami upayakan segera karena ini kebutuhan mendesak.

Selain itu, perlu diingatkan lagi untuk penanganan di lokasi satu jalur trans sulawesi, agar pemerintah Kabupaten Maros mengamankan pedagang yang berada bahu jalan untuk kelancaran proses pengerjaan drainase nantinya. (DisKominfo-SP)