Wakil Bupati Maros, Hj Suhartina Bohari, S.E dikukuhkan menjadi Bunda Literasi Kabupaten Maros periode 2022-2024, Selasa (08/11/2022) bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati.
Pengukuhan ini dirangkaikan dengan Focus Group Discussion Pendidikan dan Literasi dengan tema "Bersama Membumikan Literasi di Butta Salewangang".
Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H yang langsung disaksikan Sekretaris Daerah A.Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., Ketua TP PKK Hj. Ulfia Yusuf, unsur forkopimda serta para Kepala OPD lingkup Pemkab Maros dan anggota Dewan Pendidikan Kabupaten.
Dalam sambutannya, Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H menyampaikan dibutuhkan sinergitas bersama untuk mewujudkan Kabupaten Maros menjadi Kabupaten Literasi.
"Mewujudkan maros sebagai kabupaten literasi, diperlukan multi penanganan dan gerakan bersama, yang paling utama gerakan semua gerakan stakeholder dan gerakan pejuang litersi ini yang harus kita jalankan bersama,” imbuhnya.
Menurutnya, selama memimpin Kabupaten Maros Bupati bersama wabup berjuang mengusung sampai disahkannya perda literasi di Kabupaten Maros.
"Dua tahun saya bersama Wabup memimpin Kabupaten Maros, alhamdulillah gerakan literasi sudah kami wujudkan secara masif. Salahsatunya, dengan telah disahkannya perda literasi Kabupaten Maros menjadi bukti keseriusan kami mewujudkan Kabupaten Literasi" tutur bupati.
Lanjutnya, saat ini indeks Peningkatan Manusia (IPM) dan Indeks Gerakan Membaca(IGM) di Kabupaten Maros telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Beberapa capaian sudah kita dapatkan, IPM kita sudah naik dari 13 ke 10 besar, kemudian indeks gerakan membaca juga sudah masuk 3 besar ini membuktikan bahwa gerakan literasi di Maros sudah berjalan dengan baik", lanjutnya.
Chaidir melanjutkan saat ini di Maros masih ada sekitar 4013 warga yang mengalami buta aksara, rencananya pada tahun depan Pemerintah akan mengucurkan dana 1 Miliar khusus untuk gerakan memberantas buta aksara tersebut.
Bupati juga menyampaikan akan menerima penghargaan Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka Sebagai pejabat publik dalam meningkatkan budaya gemar membaca di Kabupaten Maros. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya tetapi untuk Kabupaten Maros ini hasil kerjasama kita semua.
Mengingat kemaren Bupati telah meresmikan 20 perpustakaan desa berbasis inklusi di Kabupaten Maros dan rencana tahun depan akan bertambah 10 perpustakaan lagi.
" di Kabupaten Maros telah ada 20 perpustakaan desa berbasis inklusi, insyaAllah tahun depan kita tambah lagi 10 perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan ini tempat mereka berkumpul dan bergerak untuk menciptkan kegiatan literasi di Kabupaten Maros" imbuhnya.
Sementara Wakil Bupati Maros selaku bunda literasi menyampaikan sambutannya saat FGD Pendidikan dan Literasi, beliau akan mendukung apapun bentuk kegiatan untuk mengembangkan literasi di Kabupaten Maros.
" kolaborasi kita tidak berakhir disini saja, saya bersedia menjadi jembatan untuk mengembangkan Literasi di Kabupaten Maros" pinta wabup.
Wabup terus menggalakkan literasi lingkungan dengan mengurangi sampah plastik di Kabupaten Maros dengan penggunaan tumblr.
Tak hanya itu, Tahun depan Bunda literasi ini juga akan mencanangkan setiap hari rabu menjadi English day.(DisKominfo-SP)





























