Rabu 9 Juli, 2025 | Admin

Pemkab Maros Siap Distribusikan Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF) untuk Terapi Balita Gizi Buruk

 

Maros, Sulawesi Selatan – Dalam upaya percepatan penanganan gizi buruk pada balita, Pemerintah Kabupaten Maros didukung  oleh UNICEF dan mitra pelaksana, Yayasan Jenewa Madani Indonesia (Jenewa) dan ICONS UNHAS sebagai Pusat Unggulan Pencegahan dan Penanganan Wastig (Center of Excellence/CoE) di provinsi Sulawesi Selatan,  melaksanakan Rapat Persiapan Distribusi dan Pemberian Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF) atau Makanan Terapi Gizi Buruk Siap Konsumsi untuk  balita gizi buruk rawat jalan. RUTF adalah Pangan olahan untuk keperluan medis khusus dan berenergi tinggi serta mengandung protein yang cukup dan zat gizi penting lainnya. RUTF digunakan untuk terapi gizi untuk anak usia 6 hingga 59 bulan dengan gizi buruk tanpa komplikasi medis, dan anak masih memiliki nafsu makan sesuai dengan rekomendasi WHO dan KMK no. HK.01.07/MENKES/1341/2024.

Kabupaten Maros menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang dipilih sebagai lokasi pemberian RUTF bagi balita gizi buruk, kerja sama Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF Indonesia. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk penanganan balita gizi buruk sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Town, Maros (Jumat 04/07/2025) dan dihadiri oleh Tim Asuhan Gizi dari enam Puskesmas penerima RUTF, Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, serta tim ICONS Universitas Hasanuddin. Sembari menunggu sosialisasi tata laksana balita gizi buruk di layanan rawat jalan menggunakan RUTF yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat, rapat ini secara khusus  membahas secara mendalam berbagai aspek krusial pelaksanaan program, termasuk pemetaan data balita gizi buruk, identifikasi sasaran, serta alur distribusi dan tata laksana pemberian RUTF di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. 

Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi terbuka antara Pemerintah Kabupaten Maros, perwakilan Puskesmas, dan tim UNICEF Indonesia. Salah satu poin diskusi adalah menekankan pentingnya penyelarasan data sejak awal sebagai dasar intervensi, agar pemberian RUTF benar-benar tepat sasaran, agar hasil yang didapatkan dapat optimal.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Ibu A. Fitriany Nur, SKM,  mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan UNICEF dan Kementerian Kesehatan RI. "Ini adalah langkah penting untuk menyelamatkan generasi masa depan kita. Kami siap menjalankan amanah sebagai kabupaten percontohan," ungkapnya.

Sebelum pendistribusian RUTF, direncanakan pelaksanaan orientasi teknis pemberian RUTF oleh Kementerian Kesehatan kepada tenaga kesehatan dan tim pelaksana program di tingkat puskesmas. Kegiatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa distribusi dan penggunaan RUTF di lapangan berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai pedoman nasional.